Translate

Sabtu, 27 September 2014

One Loaf Moist Brownies

W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtyvndyvndcvmte5l2fhzdk4nf9vcmlnaw5hbf8ymde0mdiymv8xmzaxndcuanbnil0swyjwiiwiy29udmvydcisii1hdxrvlw9yawvudcjdlfsiccisinrodw1iiiwimziwecjdxq?sha=516eb54f

Bahan-bahan

Tepung Terigu Protein Sedang115 gram
Cokelat Bubuk75 gram
Baking Powder1 sendok teh
Garam1/2 sendok teh
Butter115 gram
Gula Pasir225 gram
Ekstrak (Extract) Vanila1 tetes
Telur Ayam2 butir
Gula Icing1 sendok makan

Cara membuat

1
W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtcvndmvmjuvode5lzexmji4mv9vcmlnaw5hbf8ymde0mdiymv8xmzaymdyuanbnil0swyjwiiwiy29udmvydcisii1hdxrvlw9yawvudcjdlfsiccisinrodw1iiiwimtgwecjdxq?sha=0462667e
Campurkan bahan kering, yaitu Tepung , Cokelat bubuk, Baking powder dan Garam. Aduk merata.

2
W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtcvndmvmjyvmzmvnznmyte5x29yawdpbmfsxziwmtqwmjixxzezmdixmc5qcgcixsxbinailcjjb252zxj0iiwilwf1dg8tb3jpzw50il0swyjwiiwidgh1bwiilcixodb4il1d?sha=84650e33
Campurkan Unsalted Butter, Gula pasir, Ekstrak vanila dan telur ayam. Mixer selama 10 menit dengan kecepatan sedang.

3
W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtcvndmvmjcvodaxlzu4zmy1zl9vcmlnaw5hbf8ymde0mdiymv8xmzayntquanbnil0swyjwiiwiy29udmvydcisii1hdxrvlw9yawvudcjdlfsiccisinrodw1iiiwimtgwecjdxq?sha=5912dadb
Masukkan campuran bahan kering pada Langkah 1 kedalam campuran bahan yang sudah di mixer pada Langkah 2. Mixer lagi selama 5 menit dengan kecepatan rendah. Pastikan bahan tercampur rata.

4
W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtcvndmvmjgvmji4lzgxzwewn19vcmlnaw5hbf8ymde0mdiymv8xmzazmdmuanbnil0swyjwiiwiy29udmvydcisii1hdxrvlw9yawvudcjdlfsiccisinrodw1iiiwimtgwecjdxq?sha=1ee6da51
Olesi loaf menggunakan Unsalted Butter. Tujuannya, agar Brownies tidak lengket di loaf.

5
W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtcvndmvmjkvmja0l2u4nti4zl9vcmlnaw5hbf8ymde0mdiymv8xmzazmtmuanbnil0swyjwiiwiy29udmvydcisii1hdxrvlw9yawvudcjdlfsiccisinrodw1iiiwimtgwecjdxq?sha=f3acd905
Masukkan hasil adonan pada Langkah 3 pada loaf yang sudah di olesi Unsalted butter. Panggang pada suhu 170 °C selama kurang lebih 30 menit.

6
W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtcvndmvmzavnja5l2yzode5nv9vcmlnaw5hbf8ymde0mdiymv8xmzazmjeuanbnil0swyjwiiwiy29udmvydcisii1hdxrvlw9yawvudcjdlfsiccisinrodw1iiiwimtgwecjdxq?sha=f1960df4
Pastikan kematangan Brownies dengan menusukkan tusuk gigi atau sendok garpu. Bila tidak ada adonan yang lengket, segera angkat Brownies dari Oven. Selama di loaf, biarkan Brownies dingin. Kemudian pisahkan Brownies dari loaf lalu taburi Gula Icing atau Meises.

7
W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtcvndmvmzevmtywlzrlnmzlyv9vcmlnaw5hbf8ymde0mdiymv8xmzazmzeuanbnil0swyjwiiwiy29udmvydcisii1hdxrvlw9yawvudcjdlfsiccisinrodw1iiiwimtgwecjdxq?sha=55b66583
Brownies siap di nikmati. Bisa dijadikan cemilan weekend anda. ;D

Jumat, 26 September 2014

PENYAKIT KEKURANGAN PROTEIN DAN AKIBAT KELEBIHAN PROTEIN

     



Kekurangan Energi Protein

Kekurangan Energi Protein (KEP) adalah keadaan  kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Pada umumnya KEP, disebabkan oleh :
Faktor kemiskinan
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang makanan pendamping ASI  (MP-ASI)  dan pemberian makanan sesudah bayi disapih
Pengetahuan mengenai pemeliharaan lingkungan yang sehat.
Klasifikasi KEP menurut % Median WHO-NCHS
KEP Ringan : BB/U 70 – 80 % Median WHO-NCHS
KEP Sedang: BB/U 60 – 70 % Median WHO-NCHS
KEP Berat : BB/U < 60 %     Median WHO-NCHS
Dampak Kekurangan Energi Protein (KEP)
Pada anak-anak:
Menghambat pertumbuhan
Rentan terhadap penyakit infeksi
Mengakibatkan rendahnya tingkat kecerdasan
Pada orang dewasa :                        
Menurunkan produktifitas kerja
Menurunkan derajat kesehatan
Rentan terhadap serangan penyakit
Dampak Kekurangan Energi Protein (KEP)  ringan bila  tidak ditangani maka status  gizi  akan  lebih  buruk  (marasmus, kwashiorkor, marasmic-kwashiorkor). Sedangkan Kekurangan Energi Protein (KEP) Berat / gizi buruk
Marasmus →kekurangan energi
Kwashiorkor → kekurangan protein
Marasmic -kwashiorkor →Kekurangan energi dan protein
 Tanda Klinis Marasmus


Anak kurus, tinggal tulang terbungkus kulit
Wajah seperti Orang tua
Cengeng, rewel
Lapisan lemak bawah kulit sangat sedikit → Kulit mudah diangkat, kulit terlihat    longgar, kulit paha berkeriput
Otot menyusut (wasted), lembek
Tulang rusuk tampak terlihat jelas
Terlihat tulang belakang lebih menonjol dan kulit di pantat berkeriput
Ubun-ubun besar cekung, tulang pipi dan dagu menonjol, mata besar dan dalam
Tekanan Darah, detak jantung pernafasan berkurang.


Tanda Klinis Kwashiorkor

Oedema (terutama kaki bagian bawah)
Bentuk  muka  bulat  seperti bulan  (moon face)
Rambut  tipis,  warna  coklat kemerahan (pirang/abu-abu dan  mudah  lepas/mudah dicabut tanpa rasa sakit
Kulit  kering, hiperpigmentasi dan bersisik,
Crazy pavement dermatosis(bercak-bercak putih/merah  muda dengan  tepi hitam dan ditemukan pada bagian tubuh  yang  sering mendapat tekanan)
Hepatomegali (Pembengkakan hati)

Tanda Klinis Marasmic-Kwashiorkor

Gabungan dari tanda marasmus dan kwashiorkor
Gangguan pertumbuhan
Crazy pavement dermatosi
Rambut tipis, pirang dan mudah dicabut
Muka seperti orang tua

Cachexia :

   Salah satu penyakit yang disebabkan karena kekurangan protein yang satu ini menunjukkan gejala seperti penipisan otot, degradasi protein, penurunan berat badan tidak normal, bisa memicu kanker ganas pada lambung, hati, usus, dll. Orang-orang yang dipengaruhi Cachexia umumnya akan selalu merasa lelah meskipun hanya melakukan sedikit aktivitas yang ringan. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, penyakit ini bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani dengan serius.


Kelebihan Protein.
Protein secara berlebihan tidak menguntungkan tubuh. Makanan yang tinggi proteinnya biasanya tinggi lemak sehingga dapat menyebabkan obesitas. Diet protein tinggi yang sering dianjurkan untuk menurunkan berat badan kurang beralasan. Kelebihan dapat menimbulkan masalah lain, terutama pada bayi. Kelebihan asam amino memberatkan ginjal dan hati yang harus memetabolisme dan mengeluarkan kelebihan nitrogen.
Kelebihan protein akan menimbulkan asidosis, dehidrasi, diare, kenaikan amoniak darah, kenaikan ureum darah, dan demam. Ini dilihat pada bayi yang diberi susu skim atau formula dengan konsentrasi tinggi, sehingga konsumsi protein mencapai 6 g/kg BB. Batas yang dianjurkan untuk konsumsi protein adalah dua kali angaka kecukupan gizi (AKG) untuk protein.
   
Penanggulangan Kekurangan Energi Protein (Kep)

Pelayanan gizi (Depkes RI, 1998).Pelayanan gizi balita KEP pada dasarnya setiap balita yang berobat atau dirujuk ke rumah sakit dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan dan lila untuk menentukan status gizinya, selain melihat tanda-tanda klinis dan laboratorium. Penentuan status gizi maka perlu direncanakan tindakan sebagai berikut : (1) Balita KEP ringan, memberikan penyuluhan gizi dan nasehat pemberian makanan di rumah (bilamana pasien rawat jalan, dianjurkan untuk memberi makanan di rumah (bayi umur < 4 bulan) dan terus diberi ASI sampai 3 tahun. (2) Balita KEP sedang; (a) Penderita rawat jalan : diberikan nasehat pemberian makanan dan vitamin serta teruskan ASI dan pantau terus berat badannya. (b) Penderita rawat inap : diberikan makanan tinggi energi dan protein, dengan kebutuhan energi 20-50% diatas kebutuhan yang dianjurkan (angka kecukupan gizi/AKG) dan diet sesuai dengan penyakitnya. (3) Balita KEP berat : harus dirawat inap dan dilaksanakan sesuai pemenuhan kebutuhan nutrisinya.
Kegiatan penanggulangan Kekurangan Energi Protein (KEP) balita. Kegiatan penanggulangan KEP balita meliputi : (1) Penjaringan balita KEP yaitu kegiatan penentuan ulang status gizi balita beradasarkan berat badan dan perhitungan umur balita yang sebenarnya dalam hitungan bulan pada saat itu. Cara penjaringan yaitu balita dihitung kembali umurnya dengan tepat dalam hitungan bulan, balita ditimbang berat badannya dengan menggunakan timbangan dacin, berdasarkan hasil perhitungan umur dan hasil pengukuran BB tersebut tentukan status gizi dengan KMS atau standar antropometri. (2) Kegiatan penangananKEP balita meliputi program PMT balita adalah program intervensi bagi balita yang menderita KEP yang ditujukan untuk mencukupi kebutuhan zat gizi balita agar meningkat status gizinya sampai mencapai gizi baik (pita hijau dalam KMS), pemeriksaan dan pengobatan yaitu pemeriksaan danpengobatan untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit penyerta guna diobati seperlunya sehingga balita KEP tidak semakin berat kondisinya, asuhan kebidanan/keperawatan yaitu untuk memberikan bimbingan kepada keluarga balita KEP agar mampu merawat balita KEP sehingga dapat mencapai status gizi yang baik melalui kunjungan rumah dengan kesepakatan keluarga agar bisa dilaksanakan secara berkala, suplementasi gizi/ paket pertolongan gizi hal ini diberikan untuk jangka pendek. Suplementasi gizi meliputi : pemberian sirup zat besi; vitamin A (berwarna biru untuk bayi usia 6-11 bulan dosis 100.000 IU dan berwarna merah untuk balita usia 12-59 bulan dosis 200.000 IU); kapsul minyak beryodium, adalah larutan yodium dalam minyak berkapsul lunak, mengandung 200 mg yodium diberikan 1x dalam setahun.


Program yang di berikan oleh pemerintah sendiri untuk mengatasi masalah Kekurangan Energi Protein :

1.jangka pendek
a. Upaya pelacakan kasus melalui penimbangan bulanan di Posyandu
b. Rujukan kasus KEP dengan komplikasi penyakit di RSU
c. Pemberian ASI Eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan
d. Pemberian kapsul Vit A
e. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan bagi balita gizi buruk dengan lama 
   pemberian 3 bulan
f. Memberikan makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bagi balita keluarga miskin usia 6-12
   bulan   
g. Promosi makanan sehat dan bergizi

2. Jangka menengah
a. Revitalisasi Posyandu
b. Revitalisasi Puskesmas
c. Revitalisasi Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi

3. Jangka Panjang
a. Pemberdayaan masyarakat menuju Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)
b. Integrasi kegiatan lintas sektoral dengan program penanggulangan kemiskinan dan  
    ketahanan pangan

Pemerintah sudah membuat program untuk menanggulangi Kekurangan Energi Protein (KEP), namun  sampai  saat  ini penanganan  yang diberikan,  hanya  mampu  mengurangi  sedikit kasus  gizi  buruk pada  balita.  Hal  ini  membuktikan  bahwa penanganan  dan program yang diberikan oleh pemerintah belum mampu menekan jumlah kasus gizi buruk yang ada. Ketidakberhasilan penanganan dan  program  tersebut  mungkin dikarenakan  kurang  tepatnya perbaikan  terhadap  faktor-faktor yang  dianggap  mempengaruhi kasus gizi  buruk  pada  balita. Jika  faktor-faktor  yang mempengaruhi kasus gizi buruk pada balita diketahui dan diatasi dengan tepat, otomatis kasus gizi buruk akan berkurang.

.    Penyakit Gizi Yang Berhubungan dengan Protein
Ada dua jenis penyakit gizi yang berhubungan dengan protein yaitu penyakit yang berdasarkan defisiensi protein dan berdasarkan kelainan sintesis serta metabolisme protein.
Penyakit kurang kalori dan protein (KKP/PCMPEM)
Defisiensi protein secara ekstrim dengan kalori yang relatif mencukupi. Dalam hal ini akan terjadi penyakit dengan gambaran klinis yang disebut kwashiorkor. Pada marasmus penderita sangat kurus dengan sebutan tinggal tulang dan kulit. Kasus yang terbanyak adalah campuran kedua gambaran klinis diatas, disebabkan oleh kekurang energi dan protein sekaligus. Keadaan campuran ini disebut marasmik kwashiorkor, dan inilah yang disebut KKP. Penderita mempunyai berat badan dibawah standar pada umurnya, tetapi mungkin tidak terlalu jauh dari bawah.
Penyakit penyerta   
Penyakit penyerta ini biasanya berupa infeksi, penyakit infeksi yang sering dijumpai sebagai penyakit penyerta pada penderita KKP adalah:
1.    Penyakit infeksi saluran pernapasan, terutama bagian atas
2.    Penyakit infeksi saluran pencernaan, dengan gejala mencret, dan
3.    Berbagai penyakit anak secara umum juga meningkat, baik dalam morbiditas maupun mortalitas.
Terapi
Penatalaksanaan dilakukan terhadap gejala penyakit infeksi yang akut dahulu, seperti kejang-kejang, dehidrasi dan diare. Realimentasi dilakukan dengan makanan cair, yang mengandung cukup kalori, vitamin dan protein serta komponen gizi lainnya. Konsentrasi zat-zat dapat dimulai parsial, misalnya mulai dengan pengenceran ½ atau ¼ dan secara bertingkat dinaikkan sehingga konsentrasi penuh.

I.       Upaya Penanggulangan.
Untuk menanggulangi kekurangan / kelebihan protein, maka dapat dilakukan upaya penanggulangan sebagai berikut :
·         Pemantauan status gizi (PSG) masyarakat.
·         Pemberian makanan tambahan (PMT).
·         Pemantauan garam beryodium.
·         Pemberian kapsul vit. A
·         Pemberian tablet Fe.
·         Pengumpulan data KADARZI.

J.      Pencegahan Kekurangan Energi Protein.
Kekurangan energi protein disebabkan oleh multifaktor yang saling terkait sinergis secara klinis maupun lingkungan atau masyarakat. Pencegahan hendaknya meliputi seluruh faktor secara simultan dan konsisten. Walaupun kekurangan energi protein tidak sepenuhnya dapat diberantas, tanpa harus menunggu, dapat segera dilaksanakan beberapa tindakan untuk mengatasi keadaan:
Mengendalikan penyakit infeksi, khususnya diare: 
a.         Sanitasi: personal, lingkungan terutama makanan dan peralatannya.
b.         Pendidikan: dasar kesehatan dan gizi.
c.         Program imunisasi.
d.        Pencegahan penyakit yang erat dengan lingkungan antara lain: TBC, nyamuk (malaria, DHF), parasit (cacing).
Memperkecil dampak penyakit-penyakit infeksi terutama diare di wilayah yang sanitasi lingkungannya belum baik. Diare merupakan penyakit endomo-epidemik yang menjadi salah satu penyebab bagi malnutrisi. Dehidrasi awal dan re-feeding secepat mungkin merupakan pencegahan untuk menghindari bayi malnutrisi atau kekurangan energi protein.
Deteksi dini dan manajemen kekurangan energi protein awal atau ringan:
a.    Memonitor tubuh kembang dan status gizi balita secara kontinyu. Misalnya dengan tolok ukur KMS.
b.    Perhatian kusus untuk faktor “resiko tinggi” yang akan berpengaruhkelangsungan status gizi (antara lain: kemiskinan, ketidaktahuan, adanya penyakit infeksi).
Memelihara status gizi anak
a.    Dimulai sejak dalam kandungan, ibu hamil dengan gizi yang baik, diaharapkan akan melahirkan bayi dengan status gizi yang baik pula.
b.    Setelah lahir segera beri air susu ibu eksklusif  sampai usia 4 atau 6 bulan.
c.    Pemberian makanan pendamping air susu ibu bergizi, mulai usia 4 atau 6 bulan secara bertahap sampai anak dapat menerima menu lengkap keluarga.
d.   Memperpanjang masa menyusui (prolong lactation) selama ibu dan bayi menghendaki. 

DAERAH-DAERAH KEKURANGAN PROTEIN

Wilayah Sumatera mempunyai kecenderungan penunman prevalensi KEP relatif
lambat Aceh dan Riau mempunyai prevalensi yang relatif tinggi (>40%) dan
tidak menunjukkan penurunan prevalensi yang berarti. Propinsi Lampung dan
Bengkulu telah mencapai target R VI.
Wilayah Jawa dan Bali mempunyai prevalensi rendah (30.9%) dan
kecenderungan penurunan prevalensi relatif tajam. Diperkirakan semua propinsi
di wilayah ini akan mencapai target.
©2004 Digitized by USU digital library 43.
Wilayah Nusa Tenggara merupakan wilayah yang relatif berat. Prevalensi KEP di
wilayah ini 44.7% (semua propinsi >40%). Sungguhpun terjadi kecenderungan
penurunan prevalensi tajam selama 6 tahun terakhir tetapi target R VI di wilayah
ini diperkirakan belum tercapai.
Wilayah Kalimantan mempunyai kecenderungan penurunan prevalensi tajam
dalam 3 tahun terakhlr. Propinsi Kalimantan Barat mempunyai prevalensi >40%.
Wilayah Sulawesi mempunyai kecenderungan penurunan prevalensi relatif
lambat. Dengan prevalensi KEP sebesar 35.7% pencapaian target R VI di wilayah
ini agak sulit dicapai.
Wilayah Maluku dan Irian Jaya mempunyai kecenderungan relatif tajam kecuali
Irian Jaya yang menunjukkan penurunan prevalensi relatif lambat

Indonesia masih dihantui Kasus Gizi Buruk
01 April 2014

Pada tahun 2012, Indonesia Negara kekurangan gizi nomor 5 di dunia. Peringkat kelima karena jumlah penduduk Indonesia juga di urutan empat terbesar dunia, Jumlah balita yang kekurangan gizi di Indonesia saat ini sekitar 900 ribu jiwa. Jumlah tersebut merupakan 4,5 persen dari jumlah balita Indonesia, yakni 23 juta jiwa. Daerah yang kekurangan gizi tersebar di seluruh Indonesia, tidak hanya daerah bagian timur Indonesia. Hingga hari ini Indonesia masih dihantui kasus gizi buruk
Angka kasus Gizi buruk ditahun 2013 masih tinggi di sejumlah daerah. Di Aceh sepanjang tahun 2013 sebanyak 1.034 bayi meninggal dunia akibat kekurangan gizi. Angka ini mengalami kenaikan sebesar lima persen jika dibandingkan tahun 2012 yang hanya 985 balita. Kepala Seksi Kesehatan Ibu Anak dan Gizi Dinas Kesehatan Aceh Dr Sulasmi, mengatakan, angka kematian ini disebabkan karena kekurangan gizi baik saat janin masih berada di dalam kandungan maupun usia bayi masih di bawah satu tahun.
Propinsi Banten pada tahun 2013 sebanyak 7.213 balita mengalami gizi buruk dan 53.680 balita kekurangan gizi. Sementara tahun 2012 sebanyak 5.043 balita, tahun 2010 sebanyak 8.737, tahun 2009 sebanyak 7.589 balita penderita gizi buruk. Padahal APBD banten mengalokasi dana cukup besar untuk penanggulangan kasus gizi pada balita. Pada 2010 sekitar Rp 2,5 miliar, naik pada 2011 menjadi Rp 5,4 miliar dan pada 2012 menjadi sekitar Rp 9,7 miliar. Besarnya dana yang dianggarkan tidak berdampak, kasus gizi buruk tetap saja tinggi setiap tahunnya. Sementara di propinsi Kalimantan Barat, pada tahun 2013 tercatat 212 kasus gizi buruk 7 balita diantaranya meninggal dunia.
Data ini hanya menggambarkan sebagian kecil kasus yang terjadi. Fenomena kasus gizi buruk ini sudah seperti gunung es. Bahkan menteri kesehatan Nafsiah Mboi pesimis jumlah balita penderita gizi buruk menurun mencapai target yang ditentukan dalam Millenium Development Goals (MDGs) 2015. Menurut Nafsiah, prevalensi gizi kurang pada balita masih 17,9 persen dan dikhawatirkan target MDGs tidak tercapai.
   Kesimpulan.
Dari makalah diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa protein sangatlah penting, terutama bagi pertumbuhan. Disamping itu protein merupakan zat utama dalam membantu tumbuh kembang anak. Sehingga apabila anak cukup asupan proteinnya, maka anak akan tumbuh sehat, jauh dari gizi kurang dan tidak terjadinya gangguan tumbuh kembang.
Selain itu, protein merupakan penghasil energi terbesar. Dengan adanya protein dalam tubuh, maka tubuh akan merasa tetap segar. Tetapi yang harus diperhatikan asupan protein untuk tubuh haruslah seimbang, tidak boleh kekurangan dan tidak bileh pula kelebihan. Karena kelebihan atau kekurangan asupan protein dapat menimbulkan penyakit, seperti : kwashiorkor, marasmus, dan obesitas.
Oleh karena itu, diharapkan kepada pembaca, untuk dapat memanfaatkan apa yang telah disampaikan dalam makalah ini, guna untuk meningkatkan status gizi di masyarakat, sehingga tercipta masyarakat yang sehat.
     Saran.   
1.    Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat memenuhi asupan protein, agar dapat tumbuh dengn sehat.
2.    Agar seluruh ibu-ibu memperhatikan gizi anak, terutama asupan proteinnya, agar tidak ada lagi penderita gizi buruk.
3.    Kepada tenaga kesehatan untuk dapat mengadakan penyuluhan kepada masyarakat tentang gizi, terutama tentang protein.
4.    Diharapkan masyarakat atau pun pembaca mau ikut serta menggalakkan program tentang pemberantasan gizi buruk, untuk mencapai Indonesia sehat

Kamis, 18 September 2014

Gluten-Free Simple Chocolate Cake

W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtyvntavmtmvnzivmdy0nde0x29yawdpbmfsxziwmtmwota3xzaxmzayni5qcgcixsxbinailcjjb252zxj0iiwilwf1dg8tb3jpzw50il0swyjwiiwidgh1bwiilcizmjb4il1d?sha=5eb47c13

Bahan-bahan

Tepung Beras1 cangkir
Tepung Sorghum1/2 cangkir
Tepung Almond1/2 cangkir
Susu Bubuk1/4 cangkir
Cokelat Bubuk1/4 cangkir
Baking Powder2 1/2 sendok teh
Gula Kastor1 cangkir
Minyak Goreng100 ml
Susu Cair Sapi1 cangkir
Garam1 sendok teh
Vanilla Essence1 sendok teh
Telur Ayam3 butir

Cara membuat

1
Panaskan oven, suhu 180 Celcius. Siapkan dua buah loyang kembar, ukuran 20cm, olesi mentega dan taburi tepung. Tepuk-tepuk untuk mengeluarkan tepung sisa yang tak melekat.

2
Ayak tiga kali: tepung beras, tepung sorghum, tepung almond, baking powder, susu bubuk, dan cokelat bubuk. Masukkan ke dalam wadah lebar.

3
Tambahkan gula dan garam. Aduk rata. Tambahkan minyak, susu dan vanilla essence. Kocok dengan kecepatan rendah selama 2 menit. Matikan mixer. Bersihkan adonan yang melekat di sisi wadah memakai spatula.

4
Masukkan telur satu per satu sambil terus dikocok dengan kecepatan rendah, hingga adonan lembut. Tuang ke dalam masing-masing loyang.

5
Panggang selama 35-40 menit atau lulus tes tusuk. Keluarkan dari oven, biarkan kue dingin di dalam loyangnya selama 10 menit. Keluarkan dari loyang dan transfer ke atas rak.

6
Kue siap untuk dihias. Saya memakai milk chocolate buttercream sebagai filling dan menutupi atas dan sisi kue.

Kamis, 11 September 2014

CHOCOBERRY N MOCCA BROWNIES

W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtyvndyvmdcvnzi2lzjmmzdmml9vcmlnaw5hbf8ymde0mdixof8ymjq5mdiuanbnil0swyjwiiwiy29udmvydcisii1hdxrvlw9yawvudcjdlfsiccisinrodw1iiiwimziwecjdxq?sha=81e50dc5

Bahan-bahan

Tepung Terigu Protein Sedang100 gram
Cokelat Bubuk20 gram
Baking Powder1/2 sendok teh
Mentega50 gram
Dark Cooking Chocolate (DCC)160 gram
Telur Ayam4 butir
Gula Pasir130 gram
Cake Emulsifier1 sendok teh
Pasta Moca2 sendok makan
Selai Blueberrysecukupnya
Susu Cair UHT25 ml

Cara membuat

1
Aduk rata tepung terigu, cokelat bubuk dan baking powder. Ayak, sisihkan.

2
tim DCC dan mentega sampai meleleh, sisihkan.

3
Panaskan kukusan. Kocok telur dan gula dengan kecepatan tinggi hingga setengah mengembang. Masukkan SP sambil dikocok terus hingga mengembang.

4
Setelah adonan mengembang, kurangi kecepatan mixer sampai yang paling rendah, kemudian masukkan ayakan tepung sedikit demi sedikit sampai tercampur rata.

5
masukkan cokelat leleh sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan spatula sampai rata. Kemudian masukkan susu sambil diaduk sampai rata.

6
Siapkan loyang uk.20x20,olesi mentega dan alasi kertas roti. masukkan 1/2 bagian adonan ke loyang, kemudian kukus selama 15 menit.

7
Setelah 15 menit buka kukusan, beri selai strawberry secukupnya di atas kue sampai rata. Masukkan sisa adonan. Kukus lagi 25 menit sampai matang.

8
biarkan kue sampai hangat baru keluarkan dari loyang. Potong sesuai selera, siap disajikan

Rabu, 03 September 2014

Almond Chocolate Ice Cream Cake

W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtcvmdqvmzavntiyl2y2ogm1zf9vcmlnaw5hbf8ymdezmtawmv8xndi4ndmuanbnil0swyjwiiwiy29udmvydcisii1hdxrvlw9yawvudcjdlfsiccisinrodw1iiiwimziwecjdxq?sha=a153f8b8

Bahan-bahan

Telur Ayam4 butir
Tepung Terigu50 gram
Almond Powder50 gram
Margarin150 gram
Gula Pasir100 gram
Dark Compound Chocolate200 gram
Baking Powder1/2 sendok teh
Ice Cream Chocolatesecukupnya

Cara membuat

1
W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtcvmjuvmjgvny9mnwy5yzlfb3jpz2luywxfmjaxmzewmdjfmtmyndexlmpwzyjdlfsiccisimnvbnzlcnqilcityxv0by1vcmllbnqixsxbinailcj0ahvtyiisije4mhgixv0?sha=80146b6d
Tim DCC & Margarine hingga mencair. Biarkan Dingin. Campir terigu, almond powder & baking powder. Sisihkan Pisahkan putih telur & kuningnya. Kocok Putih telur hingga kaku dengan 50 gr gula pasir. Sisihkan. Kocok kuning telur & 50 gr gula hingga Pucat. Masukkan coklat leleh, aduk hingga rata. Masukkan campuran tepung teigu, aduk rata. Masukkan putih telur yang sudah di kocok. Aduk rata.

2
W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtcvmjuvmjkvodyylzbknzgym19vcmlnaw5hbf8ymdezmtawml8xmzi1mjmuanbnil0swyjwiiwiy29udmvydcisii1hdxrvlw9yawvudcjdlfsiccisinrodw1iiiwimtgwecjdxq?sha=49c66244
Masukkan adonan dalam loyang 20x20 yang sudah di semir margarine & dialasi baking paper. Panggang hingga matang dalam oven yang sudah dipanasi terlebih dahulu (180 derajat celcius/ 20-30 menit)

3
W1siziisijiwmtqvmdyvmdcvmtcvmjuvmzavmjk1lzbkotcyzf9vcmlnaw5hbf8ymdezmtawml8xmzi1ntkuanbnil0swyjwiiwiy29udmvydcisii1hdxrvlw9yawvudcjdlfsiccisinrodw1iiiwimtgwecjdxq?sha=2de7cc5b
Angkat cake dari oven. Biarkan dingin. Keluarkan dari loyang. Potong melintang menjadi 3 bagian (lembar) Lapisi loyang dengan plastik. Letakkan 1 lembar cake ke dalam loyang. Letakkan ice cream chocolate di atasnya. Ratakan dengan spatula atau sendok. Tutup dengan lembaran cake ke dua, lapisi lagi dengan ice cream. tutup dengan lembaran ke 3. Tekan agar menempel rata. Masukkan dalam Freezer selama 20-30 menit. Keluarkan dari loyang. Potong-potong sesuai selera. Hias bagian atasnya dengan coklat yang sudah dilelehkan dan potongan strawberry. Sajikan dingin. Selamat mencoba... :-)

roti tawar lembut

W1siziisijiwmtqvmdkvmtuvmdevmjyvmdivoteylzm5mze1yzrjnjvlnzkxmji5yjrhlmpwzyjdlfsiccisimnvbnzlcnqilcityxv0by1vcmllbnqixsxbinailcj0ahvtyiisijmymhgixv0?sha=db0f9e63

Bahan-bahan

tepung terigu protein tinggi200 gram
tepung terigubprotein sedang50 gram
susu bubuk putih1 sendok makan
gula pasir1 1/2 sendok makan
ragi instan1 sendok teh
air hangat150 ml
margarin1 3/4 sendok makan
susu cair putih plainsecukupnya
margarin untuk olessecukupnya

Cara membuat

1
W1siziisijiwmtqvmdkvmtuvmdevmzavmjgvmtg0l2uznzjhytc4odvjngrhzdu1ymnklmpwzyjdlfsiccisimnvbnzlcnqilcityxv0by1vcmllbnqixsxbinailcj0ahvtyiisije4mhgixv0?sha=2e60e593
Campur tepung2, gula, susu bubuk dan ragi, lalu tambahkan air hangat sedikit2. Sambil di uleni (dg tangan/mixer) hingga setengah kalis.

2
W1siziisijiwmtqvmdkvmtuvmdevmzivmjivndexl2zhzmi3owjiodg1mjhingu3mdizlmpwzyjdlfsiccisimnvbnzlcnqilcityxv0by1vcmllbnqixsxbinailcj0ahvtyiisije4mhgixv0?sha=ef223584
Lalu tambahkan margarine sambil terus diuleni/mix hingga benar2 kalis. bulatkan adonan, taruh dalam wadah tutup dengan cling wrap selama 60 menit. Hingga mengembang kira-kira 2x lipat.

3
W1siziisijiwmtqvmdkvmtuvmdevmzuvndqvotyylza1n2mwztfmnjblmzzjzme2zddilmpwzyjdlfsiccisimnvbnzlcnqilcityxv0by1vcmllbnqixsxbinailcj0ahvtyiisije4mhgixv0?sha=b08c7daa
Kempiskan adonan. Gilas adonan memanjang lalu lipat sisi kanan dan kirinya. Gilas lagi.gulung.

4
W1siziisijiwmtqvmdkvmtuvmdevmzcvmzevndywlzhizgrimtfjmjdiyjblzgy5nda3lmpwzyjdlfsiccisimnvbnzlcnqilcityxv0by1vcmllbnqixsxbinailcj0ahvtyiisije4mhgixv0?sha=9f0d093d
Simpan dalam loyang yg telah di olesi margarine. Diamkan lagi selama kurang lebih 60-90 menit.

5
W1siziisijiwmtqvmdkvmtuvmdevmzgvmdevotq2lzy0mgrmotq4ztg0mwy3otyynzdmlmpwzyjdlfsiccisimnvbnzlcnqilcityxv0by1vcmllbnqixsxbinailcj0ahvtyiisije4mhgixv0?sha=aaf90469
Adonan akan kembali mengembang. Oles dengan susu cair putih plain bagian permukaan atas adonan.

6
W1siziisijiwmtqvmdkvmtuvmdevmzkvmzavmje0l2qxnwrkodqwzjewody2zgrmmzc4lmpwzyjdlfsiccisimnvbnzlcnqilcityxv0by1vcmllbnqixsxbinailcj0ahvtyiisije4mhgixv0?sha=a365dc14
Oven dengan api sedang selama 25-30menit. Setengah matang beri olesan margarine.

7
W1siziisijiwmtqvmdkvmtuvmdevndavmzmvmta0lzlkmtm5mmm4mtqymgy3njq0ogfllmpwzyjdlfsiccisimnvbnzlcnqilcityxv0by1vcmllbnqixsxbinailcj0ahvtyiisije4mhgixv0?sha=52833c74
Angkat. Keluarkan dari loyang oles lagi selagi panas dengan margarine. Setelah dingin potong2.

Selasa, 02 September 2014

Cemburu pada waktu

Aku tidak pernah tahu apa yang dilakukan bangsa lelaki saat mereka cemburu. Cemburu adalah sesak yang datang menghampiri tanpa kita siap dengan obat penawar. Serasa ada cekat di tenggorokan, menutup jalan napas dan yang ada hanya perih. Ingin menangis namun air mata masih menahan diri tak menyerpih. Cemburu adalah dilema, antara berpura-pura tersenyum menahan rasa sedangkan pembicaraan tetap mengalir baik-baik saja, ataukah mengatakan sejujurnya lalu percakapan menjadi canggung karena ada dinding pemisah?

Untukku, memilih untuk berpura-pura tersenyum adalah hal yang amat sangat sulit untuk diambil. Cemburu tidak akan pernah bisa membunuh seseorang dengan segera, hanya saja rasa sakitnya di sela-sela darah yang mengalir lalu berhenti di pusat jantung akan membuat tubuh demam beberapa waktu. Demam yang tak biasa, menggigil membuat sakit kepala, menyelinap tanpa kata, berdalih cerdas untuk menyembunyikan apa yang dirasakan sesungguhnya.

Cemburu, memikat sekaligus berbahaya saat tak tersimpan dalam wadah yang benar. Satu keadaan jiwa patah perempuan diuji tetap kuat dan terkontrol dengan rapi. Lalu ketika menggelegak, perempuan akan menangis agar hati tak terlalu merasa sakit. Cemburuku kepada waktu, jarak dan keadaan di mana indera perabaku belum diizinkan menyentuhmu. Di mana udara yang dihela paru-paruku belum diberi kebebasan untuk berbagi nafas denganmu. Meski masih dapat kukendalikan, cemburu tetap akan selalu membuat otakku menjadi bodoh. Tetap mencinta, asalkan hatimu untukku sepenuhnya.