Translate

Rabu, 29 Oktober 2014

Just The Words

Harusnya aku bahagia melihatmu bersama yang lain, karena kebahagiaanmu, itu (pasti) kebahagiaanku juga
Bagaimana bisa aku mengatakan 'dia senang, akupun senang' kalo kenyataannya TIDAK SAMA SEKALI?

Aku tak tau harus berbuat apa. Yang bisa kulakukan hanyalah membuat pipi dan bantal ini basah.
Tidak. Aku tidak mati rasa. Aku masih mampu merasakan sakit. Masih mampu melihatmu bersama orang lain.
Apakah karna air mata ini terlalu banyak terbuang untuk menangisimu? Apakah aku sudah mati rasa

Mereka semua tau aku sakit hati, tapi cuma aku yang merasakan.

Aku mulai suka air mata yang seringkali jatuh untukmu. Aku mulai menikmati saat-saat napasku sesak ketika mengingatmu.

Aku hanya berusaha menikmati luka, hingga aku terbiasa dan akan menganggapnya tak ada.

Tak ada hal yang mampu kuperjuangkan, selain membiarkanmu pergi dan tak berharap kamu menorehkan luka lagi.

Aku tak menyangka, begitu mudahnya kamu menemukan penganti. Begitu gampangnya kamu melupakan semua yang telah terjadi.

Aku merasa sangat kehilangan, sementara kamu dlm hitungan jam telah menemukan yg baru

Aku menangis sejadi-jadinya, sedalam-dalamnya, atas dasar cinta.

Kamu tertawa dan aku terluka. Kita seperti saling menyakiti, tanpa tahu apa yang patut dibenci.

Buat apa aku cari yang lebih baik kalau aku pernah memiliki yang terbaik

’sayang’ membuatmu berkorban dan rela menderita demi orang yang kamu sayangi.

Rasa ’sayang’ lebih dalam daripada ‘cinta’, ’sayang’ tidak mudah berubah.


Merelakan bukan berarti menyerah, tapi lebih daripada menyadari&menerima bahwa tidak semua hal bisa dipaksakan.

Kadang kamu harus berhenti berharap, bukan karena lemah ataupun menyerah. Hanya saja ikhlas menerima kenyataan.
Biasanya rasa sayang tumbuh lebih dahulu sebelum rasa cinta muncul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar